Buku ini mengisahkan perjalanan hidup Ibrahim Datuk Tan Malaka selama dua dekade dalam pelarian politiknya. Menempuh jarak sekitar 89 ribu kilometer dan menggunakan 23 nama samaran, dunia mengenalnya sebagai sosok revolusioner yang tangguh. Namun, novel ini mengajak pembaca menelusuri lorong sunyi kehidupannya yang bak seorang sufi.